Sore itu adalah sore yang sangat indah baginya, Dyah yang
baru menginjak masa kuliahnya di Sidney.Dia adalah murid dari Indonesia yang
kuliah di Sidney, dia disana tidak sendiri, Dyah ditemani kedua orang tuanya
yang juga saat ini sedang bekerja di Sidney. Ayahnya yang bernama Eka yang
sebelumnya tinggal di Jakarta dan Ibunya bernama Christina yang dulunya tinggal
di Perth, Australia. Kedua orang tuanya sama – sama menjadi guru di sebuah
sekolah di Sidney. Dyah Prastika sendiri ditemani dengan kedua temannya yaitu
Derby dan Kevin yang dulunya satu sekolah dengannya di Jakarta.
Derby hanya sendiri ke Sidney ,karena kedua
orang tuanya sudah meninggal. Derby yang hidupnya berkecupkupan ini ingin
kuliah di Sidney karena dia ingin membuktikan bahwa dirinya mampu hidup mandiri
dan sampai saat ini dia pun mampu kuliah di luar Negeri tanpa kedua orang
tuanya. Itu berkat kegigihannya bekerja sebagai penjual buku cerpen yang
dikarangnya sendiri. Derby membuat cerpen demi memenuhi kebutuhan hidupnya.
Derby ini sangat menghargai waktu, terkadang dia membuat cerpen sampai larut
malam. Derby menjual cerpen kepada teman – teman kuliahnya. Walaupun harga
cerpen yang dibuat lumayan mahal tetapi teman – temannya tetap menyukai cerpen
yang dikarangnya , karena setiap ingin membaca cerpen yang dibuat oleh Derby
serasa membuat mereka terharu , bahkan sampai menangis karena betapa bagusnya
cerpen yang dikarang oleh Derby.
Sedangkan temannya Kevin adalah orang
kaya yang selalu menghamburkan uang yang dimiliki oleh orang tuanya, Kevin
kuliah di SIDNEY karena dia mengikuti orang yang disukainya yaitu Dyah sendiri
. Kedua orang tuanya adalah orang kaya, baru – baru ini saat kepindahannya ke
Sidney, Ayahnya mempunyai perusahaan besar disana.
Pada pagi itu Dyah Prastika,Derby dan
Kevin pergi kuliah. Saat itu Derby sedang duduk di kelas, dia sedang membaca
cerpen yang dia buatnya kemarin malam. Sedangkan disebelahnya ada Dyah yang
sedang melihat Derby , dia sampai – sampai melamun melihat Derby. Lalu Dyah
menghampiri Derby, dia menyapa dengan senyuman
“ hai Derby”
Derby pun membalas dengan senyuman manisnya,
“ Hai juga Dyah”
Dyah pun bertanya kepadanya,
“kamu sedang apa Der?”
“Nii, aku lagi baca cerpen yang aku buat semalam”
jawab Derby.
Dyah pun bertanya dengan senyuman
“boleh aku minjem
cerpenmu gak?”
“ oh, tentu saja” jawab Derby dengan senang
hati
Lalu Dyah pun membaca cerpen tersebut
,dan setelah dia membaca cerpen dari Derby, dyah pun berkata kepada Derby
“ Derby,cerpenmu bagus
sekali,terus kamu pake bahasanya keren banget lagi,apalagi isi ceritanya bagus
banget, bikin ni air mata netes aja habis baca cerpenmu”
“Yah , aku soalnya suka baca – baca cerpen”
Disaat mereka berdua masih asyiknya
berbicara, Kevin yang baru masuk ke kelas ,terlihat agak marah,karena wanita
yang disukainya sedang tengah asyiknya berbicara dengan Derby. Setelah itu
Kevin langsung beerlari ke hadapan Derby dan Kevin pun menarik baju Derby dan
menyeretnya ke luar kelas.
“hey kamu Derby ! , jangan sekali – sekali dekati Dyah ,
karna aku suka sama dia!”
Derby pun menjawab perkataan Kevin
dengan tenang
“Huh, bukan aku yang deketin dia,orang dia Cuma deketin aku
karna Cuma pengen nyapa aku aja, udah puas?”
Kevin pun hanya terdiam , lalu Derby
mendorong Kevin , dia pun berkata
“Lain kali, kalo dia deketin aku ,cegah dia! , jangan
memprovokasi aku dong”
Lalu Kevin hanya terdiam dan kembali
kekelas, Dyah Prastika pun hanya terdiam juga saat dia melihat dari jendela
kelas. Dyah sendiri sebelumnya sudah mengetahui bahwa Kevin menyukainya,tetapi
Dyah tidak menyukainya dan pada saat itu orang tua Dyah pun tidak mengijinkan
Dyah untuk berpacaran dulu.
Siang itu mereka pulang dari
kampus.Setelah itu Derby menunggu Dyah di gerbang kampus,lalu Derby pun
mengajak Dyah ke pantai disana sambil mengobrol – ngobrol. Tanpa mereka sadari
,Kevin mengikuti mereka dari belakang. Sesudah sampai di pantai Derby memegang
tangan Dyah , Derby pun berkata kepadanya
“Dyah sebenarnya aku suka sama kamu sejak SMA , sekarang aku
ingin menyatakan perasaanku, kamu mau gak jadi pacarku? “
“hm,, iya deh aku mau jadi pacarmu”
Sedangkan Kevin hanya terdiam dan saat itu Kevin menelfon
teman – temannya untuk mencelakakan Derby yang sudah menyatakan perasaannya
kepada Dyah. Disaat itu mereka pulang , teman – teman Kevin pun sudah bersiap untuk
mencelakakan Derby dengan cara menabrak mobil Derby yang baru dibelinya
beberapa minggu yang lalu dan pas di perempatan jalan , mereka berhasil
menabrak mobil Derby dan dia pun banting setir. Derby hanya luka ringan
sedangkan Dyah terluka sangat parah dikakinya. Lalu Kevin menelfon orang tua
Dyah dan mereka berdua pun dibawa ke Rumah Sakit terdekat. Setelah sampai di
Rumah Sakit Ibu Dyah memarahi Derby karena dia lalai dan tidak bisa menjaga
Dyah. Derby sudah menjelaskan apa yang terjadi tetapi Ibu Dyah tetap
menyalahinya. Akhirnya Derby meminta maaf maaf, tetapi ibu Dyah tidak menerima
permintaan maaf darinya. Ibu Dyah menyuruh Derby agar tidak mendekati Dyah lagi
dan menyuruh Derby balik ke Indonesia.
Disana Dyah mendengar perkataan
Ibunya kepada Derby. Derby langsung pergi dan balik ke Indonesia , Dyah pun tak
bisa berkata apa-apa lagi dan dia hanya bisa menangis di kursi rodanya. Setelah
itu Kevin mengajak Dyah ke jembatan sekitar Sidney dia meminta ijin kepada
ibunya dan Kevin berkata agar Dyah bisa melupakan kejadian tadi. Beberapa menit
kemudian teman-teman Kevin yang menabrak tadi menghampiri Ibu Dyah dan mereka
menjelaskan apa yang terjadi tadi siang ,mereka berkata bahwa mereka hanya menjalankan
perintah dari Kevin. Mereka tidak mengetahui bahwa yang mereka tabrak adalah
temannya sendiri, lalu mereka mengatakan bahwa itu pun rencana dari Kevin. Setelah
Kevin dan Dyah sampai di jembatan tersebut tanpa disadari Dyah yang sedang
pasrah tersebut ingin melompat dari jembatan,Kevin pun menghalangnya, bermaksud
untuk menghalang Dyah ,malah Kevin sendiri yang terjatuh ke jembatan tersebut.
Dyah pun hanya bisa menangis pada saat itu karena Kevin menghilang dibawa arus
sungai di jembatan tersebut, saat sore itu seseorang misterius langsung menutup
mata Dyah dengan sepotong kain, Dyah pun ketakutan , lalu dia berkata
“Ada apa ini? , siapa yang menutup mataku ini?”
Lalu orang misterius itu pun berkata
“tenang aku orang baik”
Dyah mengenali suara seorang itu,lalu seseorang misterius itu
berkata
“Ayo kita ke pantai ? disana kamu akan tau siapa aku”
“iya deh” Dyah
menjawab dengan senyuman manisnya
Lalu seseorang itu mengajak kepantai yang dekat disana saat
sudah dipantai lalu seseorang miseterius itu langsung membuka tutup mata Dyah,
lalu Dyah melihat seseorang yang misterius itu , dia ternyata Derby sendiri.
Dyah hanya menangis dan berkata kepadanya
“Kenapa kamu ninggalin aku?
Haa??
Kenapa???
Kenapa kamu tadi pergi ninggalin aku?
Kenapa?
Aku udah terlanjur sayang sama kamu pas kamu nembak aku
Tapi kenapa kamu ngecewain aku?”
Derby pun menjawab
“Awalnya aku menyerah . . .
Putus asa saat ibumu berkata seperti itu kepadaku . . .
Aku ninggalin kamu karena aku salah . . .
Engga bisa jaga kamu . . .
Sampe kamu terluka seperti sekarang ini . . .
Saat aku dibandara . .
Aku terasa seperti mengingatmu kembali . . .
Aku merasa kamu sedang resah dengan hidupmu sekarang ini . .
.
Dan . . .
Aku tau kamu akan mengakhiri hidupmu . . .
Itupun terasa sampai batinku . .
Aku pun mengerti . . .
Jadi aku tidak balik ke Indonesia . . .
Aku sangat yakin dengan hal itu . . .
Ternyata perkataanku itu benar . . .
Kamu ingin bunuh diri . . .
Mengapa kamu ingin bunuh diri ?
Mengapa kamu ingin melampiaskan kekesalanmu. . .
Dengan cara seperti ini?”
Dyah pun menjawab dengan senyuman
“ Soalnya kamu tadi udah pergi
Yah padahal kita baru menyatu siang tadi
Aku udah nyerah . . .
Saat kamu pergi ninggalin aku . . .”
Derby pun menjawab dengan santai
“ Iya , baik aku disini
Untuk . . .
Selalu setia denganmu Dyah “
Akhirnya mereka berpelukan , sedangkan Ibu Dyah saat mencari
Dyah ke pantai pun ikut terharu mendengar ungkapan dan perasaan yang dikatakan oleh
Dyah dan Derby . Akhirnya Ibu pun meminta maaf kepada Derby atas kesalah
pahaman yang dilakukan , Derby pun juga meminta maaf karena sudah mencelakakan
Dyah , dan akhirnya mereka berdua pun sangat senang dan Ibu Dyah juga bahagia
karena Dyah sudah mempunyai pacar.Sore itu memang sore yang sangat membahagiakan baginya dan demikian juga bagi Derby.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar